23.9.16

Berhenti



 
Ini tentang menyerah. Bukan hanya meyerah pada keadaan, aku juga menyerah kepadamu. Aku menumpahkan segala rasa namun terlalu dalam sedalam-dalamnya lalu aku terbawa tenggelam. Aku terhanyut hingga tak ada sama sekali tempat bergantung selain usahaku menyelamatkan hidupku sendiri. Aku sedikit menyesal telah menumpahkan terlalu banyak sehingga tidak tersisa sedikitpun untuk kubagi lagi. Aku berada di antara hitam dan putih yang aku sendiri tidak tahu harus kemana membawa diriku sendiri. Aku berdesakan dengan sesak, berlawanan dengan ceria, lalu bertengkar dengan logika dan aku setengah sadar saat ini. Mungkin aku belum siap karena aku memang tidak berniat mempersiapkan diri. Lalu aku harus seperti apa?

Hidup ini pilihan, maka aku akan memilih. Entah itu dipilihkan, atau keputusanku sendiri. Namun akan terasa seimbang jika terpilih oleh yang kita pilih. Saat merasa tidak beruntung dan tidak berada pada pilihan yang tepat dan tidak menjadi pilihan yang tepat pula, maka berhentilah. Berhenti dan jangan pernah berpikir bahwa semua akan berubah menjadi seperti yang kita inginkan, karena saat semua itu menjadi harapan yang akan berbuah pada kepahitan. Berhentilah.

Memang tidak mudah, tapi aku berjanji kepada hatiku sendiri, akan membawanya kepada keadaan semula. Aku tidak akan membiarkannya memberikan rasa yang benar kepada hati yang salah. Aku menyerah. Tapi kali ini tidak lagi pada keadaan, kepadamu saja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

FELLYCIOUS FOLLOWERS ♥