20.5.14

🎀 All Of Me 🎀

What would I do without your smart mouth
Drawing me in, and you kicking me out
Got my head spinning, no kidding, I can’t pin you down
What’s going on in that beautiful mind
I’m on your magical mystery ride
And I’m so dizzy, don’t know what hit me, but I’ll be alright

My head’s under water
But I’m breathing fine
You’re crazy and I’m out of my mind

'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I’ll give my all to you
You’re my end and my beginning
Even when I lose I’m winning
'Cause I give you all, all of me
And you give me all, all of you

How many times do I have to tell you
Even when you’re crying you’re beautiful too
The world is beating you down, I’m around through every move
You’re my downfall, you’re my muse
My worst distraction, my rhythm and blues
I can’t stop singing, it’s ringing, in my head for you

My head’s under water
But I’m breathing fine
You’re crazy and I’m out of my mind

'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I’ll give my all to you
You’re my end and my beginning
Even when I lose I’m winning
'Cause I give you all of me
And you give me all, all of you
Give me all of you

Cards on the table, we’re both showing hearts
Risking it all, though it’s hard

'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I’ll give my all to you
You’re my end and my beginning
Even when I lose I’m winning
'Cause I give you all of me
And you give me all of you

I give you all, all of me
And you give me all, all of you

By : John Legend 

14.5.14

EGOIS


Selalu mementingkan diri. Menolak mempertimbangkan kesakitanku bahkan siapa saja. Kau pikir berbuat seperti itu dapat menonjolkan karaktermu. Sang penggigit, menanamkan bisa perih ngilu di tubuh lawanmu. Seperti peluru yang bersiap lepas dari senjata api. Kau menganggap dirimu gagah. Bisa menembus tubuh lawan hingga tercabik-cabik lemah. Bahkan mati. Setiap kali aku berusaha memberitahumu, aku kau makan. Tidaklah baik menganggap diri seorang raja. Terlebih lagi raja jahannam. Aku merasa tuhan belum menegurmu sehebat-hebatnya.
Setelah selama ini aku berjalan beriringan denganmu. Aku tidak melihat ada perbedaan. Kau masih sama, berbisa dan menggigit. Tidakkah hidup memberimu ilmu atau sekedar mengajarkan pengalaman. Pahit manis aku rasakan. Bukankah semua orang begitu? Tapi kau tidak. Kau seperti tak mempan saat dijamah pedih. Tapi mungkin saja kau kebal akan hal itu. Kini aku tidak tahu bagaimana cara untuk memberikanmu sedikit jenuh agar kau jera. Aku tidak pernah lagi diberi rasa. Aku pergi.

Tahu Petis


Pertama kali melihatnya aku jijik. Hitam, kental, dan berbau aneh. Tidak pernah menemui yang seperti itu di daerah asalku. Aku ditawari oleh temanku untuk mencobanya. Aku hanya meringis, menolak. Aku tidak suka sesuatu yang terlihat asing bagiku. Selain itu mereka menjajakannya di pinggir jalan alun-alun. Tempat pertama kali aku melihatnya. Tapi mengapa banyak orang yang tertarik? Aku semakin heran. Apakah itu bersih? Apakah itu terlalu enak? Hanya mereka yang  tahu bagaimana rasanya.
Temanku menawari lagi, aku mulai tergoda. Mencoba sedikit sepertinya tidak apa-apa. Ragu-ragu aku mengambilnya, melihat dengan seksama, mencium baunya, lalu mulai menjilatnya sedikit. Sedikit lagi, lalu memasukkan ke mulut, dan tiada ampun lagi aku mengunyahnya. Air mukaku berubah. Ternyata tidak seburuk yang aku bayangkan, enak.
Seolah mengerti yang ada dipikiranku, temanku menawari lagi dan lagi. Tidak menolak, aku habiskan tanpa bersisa. Malam itu sangat berkesan. Sampai saat ini aku masih ingat, rasanya enak sekali. Di sini, belum pernah aku temui. Jujur aku ingin mencobanya lagi. Kata temanku makanan itu disebut tahu petis.

10.10.13

Jangan Menyerah ❤️

Saat masih terjaga di heningnya malam seperti sekarang, apa yang kamu bayangkan?
Samakah seperti aku yang sedang meneguhkan hati?
Iya, aku kembali lemah, melemah, dan aku tidak tau akan seperti apa lemah ini dikemudian hari.
Mungkin terlalu banyak hal yang melintas, berkecamuk dan saling menggigit otakku.
Akupun tidak ingin terlarut seperti dulu lagi, tapi kesedihan itu kenapa masih sama? Apa tuhan masih belum selesai mengujiku? Apa kesabaranku belum mencapai tahta "sabar" yang sebenarmya?
Jika begitu aku harus meningkatkannya lagi? Atau berlalu dan tanpa peduli ini akan seperti apa...
Tuhan...
Aku yakin ini semua darimu, jalanmu...
Tapi tidak bisakah ini diberi kemudahan dengan tanpa adanya cobaan yang sama beratnya seperti dulu?
Siapa yang patut dibebani kesalahan ini? Apakah aku kekanak-kanakan? Atau sebaliknya?
Sejauh ini aku memang bisa menilai, tapi kedepannya siapa yang tau selain Engkau tuhan?
Enggankah Engkau memberi petunjuk jalan walau hanya dimimpiku malam ini?
Beri aku petunjuk, Tuhan....
Ini melelahkan
Ini menyakitkan
Tapi ini indah terkadang
Jangan selalu memberi gundah, Tuhan...
Aku mohon......
Jawab aku Tuhan.

FELLYCIOUS FOLLOWERS ♥